Tu mi hai chiamato, Ecce Ego Mitte Me. Engkau telah memanggil aku, ini aku utuslah aku. Hormati sebagai pangeran dan cintai sebagai saudara. Caritas Christi Urget Nos. Kasih Kristus yang mendorong kami
Tampilkan postingan dengan label Buah Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Rohani. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

TITIK TERANG


Sementara gagasan tersebut menghilang, gagasan tentang pendirian serikat misioner di waktu mendatang memperoleh titik terang. Gagasan itu menjadi semakin kuat dari hari ke hari di dalam hati dan pikiran imam muda itu.
Cita-cita itu mendapat dorongan hangat dari Pietro Tonarelli, vikaris kapitularis keuskupan (pejabat uskup sementara). Maka, tepat satu tahun sesudah kematian Mgr. Miotti, Conforti menulis surat kepada Kardinal Ledochowski, Prefek kongregasi Suci untuk Penyebaran Iman, guna menjelaskan rencana-rencananya. Ia berharap mendapat ‘kalau bukan persetujuan penuh, setidak-tidaknya pertimbangan yang lebih mendalam.” Gagasan mendirikan serikat sendiri, demikian ia menulis, “ternyata bukannya memudar dengan berlangsungnya waktu atau pun berubahnya keadaan, melainkan malah bertambah menjadi semakin kuat sehingga, dengan bantuan dan nasihat orang-orang yang suci dan arif, saya dapat mengenali bahwa hal ini hanya dapat diilhamkan oleh Allah sendiri.” Pada akhir suratnya, Conforti memohon sepatah kata dorongan seraya menambahkan: “Saya ingin mengurbankan diri saya sepenuhnya, segala sumber yang ada pada saya dan apa saja yang saya miliki supaya berhasil dalam usaha yang suci ini.”
Dengan iman yang besar, ia menunggu datangnya suatu tanda persetujuan ilahi dari Roma. Ia tidak percaya bahwa penantiannya itu ternyata tidak begitu lama. Ternyata, hanya dalam waktu sebulan lebih sedikit tibalah jawaban yang membesarkan hati. “Mengetahui besarnya kebutuhan akan lebih banyak pewarta Injil di kalangan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah,” demikian tulis Kardinal Ledochowski, “saya menyambut dengan gembira keinginan Anda yang suci, memberikan dukungan saya sepenuhnya dan akan melakukan semua yang dapat saya lakukan untuk membantu Anda mewujudkan keinginan itu hingga berhasil.”
Bahwasannya seorang Kardinal Gereja memberikan jawaban yang sedemikian cepat dan positif kepada seorang imam yang tidak dikenal dan baru berusia 29 tahun, sungguh suatu hal yang tidak mudah dijelaskan menurut perhitungan manusiawi. Mungkinkah Kardinal itu dalam waktu yang sedemikian singkat sudah memperoleh semua informasi yang diperlukan guna memberikan persetujuan terhadap rencana semacam itu? Atau barangkali adakah seseorang yang mengenal Conforti dan memberikan rekomendasi kepadanya? Apa pun yang terjadi, kami sendiri berkeyakinan seperti halnya Conforti sendiri, bahwa Dignitus Dei est hic (Tangan Tuhan ada di sini). Ini pasti karya Allah sendiri. 

Bersambung...

Rabu, 19 Januari 2011

SEKILAS TENTANG FRANSISKUS XAVERIUS


Pelindung Serikat Misionaris Xaverian adalah Santo Fransiskus Xaverius. Ia lahir pada tanggal 7 April 1506 di puri Xavier, Navarra, Spanyol. Ketika berumur 19 tahun, ia berangkat ke Paris untuk belajar di perguruan tinggi di kota itu, yang terkenal di seluruh dunia. Memang Fransiskus ingin menjadi orang termasyur.
Kelak sebagai profesor, ia bertemu dengan Ignatius Loyola, perwira tinggi yang bertobat.

“Apa gunanya?”
Jalan hidupnya berubah karena merenungkan kata-kata Ignatius: Apa gunanya dihormati dan dipuji orang di seluruh dunia, kalau jiwa tidak selamat? Segala sesuatu yang dikerjakan bukan demi Allah, tiada gunanya. Dunia ini tak dapat memberikan kebahagiaan kekal.”

Ia kemudian belajar untuk menjadi imam dan ditahbiskan pada tahun 1537, dalam usia 31 tahun. Empat tahun kemudian, pada tahun 1541, ia bertolak dengan kapal untuk menjadi misionaris di India (1542), Malaka (1545), Maluku (1546), dan Jepang (1549).

Ketika ia sedang menunggu di pulau sancian untuk masuk ke daratan Cina –dalam kelaparan dan kedinginan- ia terserang penyakit berat, dan pada tanggal 3 Desember 1552 ia meninggal dunia.

 To be continue…..

SIFAT YANG DIHARAPKAN SANG PENDIRI


Bagaimana sifat-sifat yang diharapkan oleh Mgr. Conforti dari para misionarisnya?

SEORANG MISIONARIS menyambut perintah Kristus untuk mewartakan “Kabar Baik” kepada orang-orang bukan Kristen di tiap-tiap bagian dunia.
Mereka adalah misionaris XAVERIAN. Santo Fransiskus Xaverius adalah teladan dan pelindung mereka.
Mereka MEMPERSEMBAHKAN DIRI secara definitif kepada karya penginjilan dengan mengucapkan kaul misi dan tiga kaul religius yang lain (kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan).
Mereka merupakan sebuah KELUARGA karena mereka hidup dan bekerja bersama sebagai saudara.

Selasa, 18 Januari 2011

CONFORTI


Sebelum membagikan kisah ‘para rasul’ jaman modern, kisah para Xaverian yang membaktikan seluruh hidupnya demi misi di Nusantara ini, saya mengajak anda untuk sedikit berkenalan dengan Conforti.

SIAPAKAH CONFORTI ITU?

Guido Maria Conforti, demikian nama lengkapnya, lahir di Parma, Italia, pada tanggal 30 Maret 1865. Conforti kecil tertarik menjadi imam sejak mengalami suatu pengalaman menarik dengan Yesus yang tersalib. Conforti mengisahkan pengalamannya itu, “Ia memandang aku, dan seolah menyampaikan banyak hal kepadaku.” Pengalamannya dengan Yesus yang tersalib itu terjadi di sebuah gereja (gereja Perdamaian) pada tahun 1876.
Ketika Conforti berada di seminari, ia pernah dipinjami sebuah buku oleh temannya. Kisah tentang Fransiskus Xaverius, Rasul negeri Timur Jauh. Buku itu begitu menginspirasi Conforti. Ia sangat tertarik  dengan kegigihan Fransiskus Xaverius dalam mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah kepada bangsa-bangsa Timur (Asia). Di lain pihak, Conforti merasa kecewa karena misi Fransiskus Xaverius untuk masuk ke Cina tidak terlaksana. Bagai sebuah cambuk, Conforti menanamkan dalam dirinya suatu keinginan untuk melanjutkan misi sang misionaris ulung itu. Ia bertekad menjadi misionaris.
Ia sempat melamar ke Serikat Jesus dan Serikat Don Bosco, namun usahanya ini mendapatkan tanggapan yang kurang memuaskan. Akhirnya Conforti melanjutkan studi dan panggilannya menjadi imam projo.
Begitu ditahbiskan 22 September 1888, tugas pertama yang diembannya adalah menjadi wakil rektor di seminari. Meskipun sibuk dengan berbagai tugas, semangat dan tekadnya menjadi seorang misionaris tak pernah surut. Masalah kesehatan sebelum menjadi imam pun tampaknya tak menyurutkan keyakinan Conforti untuk menjadi misionaris. Siapa yang menyangka, kalau ternyata Tuhan menghendaki lebih dari itu, yakni menjadi Bapa para misionaris.
Pada tanggal 3 Desember 1895, bertepatan dengan pesta Santo Fransiskus Xaverius, Mgr. Conforti secara resmi mewujudkan ‘usahanya yang berani’, yakni mendirikan suatu kongregasi yang secara khusus membaktikan diri kepada misi. Pada waktu itu, kongregasi tersebut tidak lebih dari sebuah benih kecil yang ditaburkan di daerah Emilia Romagna, negeri kelahirannya. Walau tak dapat pergi sebagai misionaris, Conforti mempersiapkan para misionaris yang akan mewartakan injil. Santo Fransiskus Xaverius dijadikannya sumber inspirasi dan pelindung. Kongregasi itu mengambil nama Serikat Misionaris Xaverian. Serikat baru ini mempunyai hanya satu tugas khusus dan khas: memperkenalkan Kristus kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal-Nya.

Sekali lagi saya membatasi di sini saja tentang Conforti, sang pendiri Serikat Xaverian. Bila anda tertarik untuk mengikuti kisahnya yang sedikit lebih lengkap, bisa mengunjungi web site Serikat Xaverian di www. xaverindo.org
Namun, bila hal itu kurang memuaskan bagi anda, saya berjanji akan membahas lebih banyak tentang Conforti menjelang Kanonisasinya…..ikuti terus perjalanan blog ini….

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification